Konsolidasi paket pekerjaan bersumber dari APBD sudah tak urgenkah ?,
Konsolidasi paket pekerjaan bersumber dari APBD merupakan langkah strategis untuk mencegah korupsi, meningkatkan efisiensi, dan memastikan pembangunan daerah berjalan optimal.
Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) RI pernah merekomendasikan konsolidasi atau penggabungan sejumlah paket pekerjaan pengadaan langsung barang dan jasa pemerintah Kabupaten Tegal saat menyampaikan hasil monitoring control for prevention (MCP) yang disampaikan saat rapat koordinasi program pencegahan korupsi dan optimalisasi pendapatan daerah pada tahun 2022. ( sumber : https://setda.tegalkab.go.id/2022/06/13/cegah-inefisiensi-belanja-apbd-kpk-rekomendasikan-konsolidasi-paket-pengadaan-langsung/ )
Baca Juga : https://tokoslawiraya.blogspot.com/2025/05/kehadiran-pendamping-profesional.html
Saat itu, hasil pemetaan KPK pada area intervensi pengadaan barang dan jasa Pemkab Tegal tahun 2022 berpotensi inefisien. Indikasi ini terlihat tidak hanya dari nilai keseluruhan pagu paket pekerjaan lelang dengan pengadaan langsung yang timpang, tapi juga proporsi jumlah paket pekerjaan yang dilelang sebanyak 105 paket tidak sebanding dengan jumlah paket pekerjaan pengadaan langsung yang mencapai 6.300 paket.
Rekomendasi dari KPK pada tahun 2022 sempat membuat proses pengadaan paket pekerjaan yang sedang berjalan dihentikan sementara waktu untuk diidentifikasi ulang paket-paket mana saja yang bisa dikonsolidasi,
Baca Juga : https://tokoslawiraya.blogspot.com/2025/05/rangkaian-prosesi-peringatan-hari-jadi.html
Arahan KPK dalam hal ini semestinya diimplementasikan secara serius oleh pemerintah daerah, dengan cara berkelanjutan.
Dengan konsolidasi yang baik, dana APBD dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran, minim kebocoran, dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat. ( *** )
0 Komentar